Tampilkan posting dengan label madu. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label madu. Tampilkan semua posting

Teh dan Madu Bakal Gantikan Antibiotik?

Fenomena resistensi kuman terhadap antibiotik yang kian mengkhawatirkan kembali disuarakan para pakar kesehatan. Resep pengobatan tradisional seperti teh dan madu dipersiapkan sebagai salah satu solusi alternatif dalam mengatasi kuman yang semakin kebal terhadap obat-obatan.

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan berulang-ulang merupakan penyebab terbesar suatu jenis bakteri menjadi resisten terhadap obat. Pakar kedokteran menyebut fenomena yang mengkhawatirkan ini dengan istilah “arms race”.

Ketidakmampuan suatu obat antiobiotik mengatasi bakteri kini menjadi momok setelah ditemukannya antibiotik pada tahun 1940-an. Kehadiran antibiotik sempat menjadi solusi yang efektif dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun ketika bakteri sudah menjadi resisten terhadapnya, dibutuhkan alternatif lain yang dapat membuat pengobatan menjadi kembali efektif.

Prof. Les Baillie, dari Cardiff University Inggris menyatakan, bukan mustahil dunia akan kembali ke suatu masa dimana belum ditemukan antibiotik, sehingga pengobatan sejenis penyakit menjadi permasalahan besar.

Oleh karenanya, para ilmuwan  kini sedang mengupayakan membuat suatu sulosi alternatif  ketika bakteri sudah menjadi resisten terhadap antibiotik. Baillie  saat ini mengetuai tim riset untuk mencari tahu apakah obat kuno seperti teh dan madu dapat menjadi cara berikutnya sebagai obat yang paling efektif mengobati penyakit.

Teh diketahui mengandung suatu senyawa yang dinamakan polifenol yang memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme.

Tim peneliti yang dipimpin Baillie telah menemukan, teh mampu untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh Clostridium difficile, bakteri yang bertanggung jawab untuk setidaknya 2.000 orang tewas dan lebih dari 24.000 kasus infeksi tahun lalu.

Rhidian Morgan-Jones, seorang ahli bedah dari Cardiff, mengatakan bahwa ada kekhawatiran nyata tentang masa depan dunia kedokteran saat antibiotik tidak lagi dapat digunakan.

Prof. David Livermore, dari Badan Perlindungan Kesehatan Inggris, bulan lalu memberi peringatan, operasi besar dan penanganan kanker akan menjadi lebih berbahaya lagi. Penggunaan antibiotik kemungkinan hanya akan bisa dilakukan untuk 10 tahun ke depan.

Perkembangan dunia kedokteran modern seperti perawatan intensif dan transplantasi organ akan berada di bawah ancaman tanpa antiobiotik. Oleh karenanya, segera dibutuhkan pengganti antibiotik.

http://health.kompas.com/read/2012/12/10/19045483/Teh.dan.Madu.Bakal.Gantikan.Antibiotik

Madu Pahit Sembuhkan Berbagai Penyakit

Madu lebah "pelawan" atau madu pahit murni yang banyak ditemukan di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel), ternyata diminati para wisatawan, karena memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit di dalam tubuh manusia.

Marhabun, seorang pemadu lebah pelawan di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Teritib, Bangka Barat, Babel, Minggu, mengatakan, wisatawan dari luar provinsi seperti Jakarta dan Palembang sering datang ke desanya hanya untuk mencari madu lebah pelawan yang berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Selain wisatawan dari luar provinsi, katanya, warga dari kabupaten lainnya di Babel juga ada mencari madu lebah pelawan itu hingga ke desa Simpang Tiga.

"Wisatawan luar provinsi sering datang ke Desa Simpang tiga, hanya untuk mendapatkan madu lebah Pelawan yang rasanya pahit, berbeda dengan madu lebah lainnya," katanya dan menyebutkan madu lebah pelawan itu dijual seharga Rp120 ribu per kg, sedangkan madu lebah manis Rp40 ribu per kg.

Menurut dia, madu lebah pelawan itu sudah terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti ginjal, darah tinggi, darah rendah, gangguan pada lambung, lemah syawat, kencing manis dan menetralisir racun makanan yang bersarang di dalam tubuh.

"Saya sering didatangi orang yang pernah membeli madu lebah pelawan dan mengaku badannya terasa sehat sejak mengkonsumsi madu lebah pelawan, sehingga orang itu selalu memesan madu lebah pada saya," katanya.

Ia menjelaskan, madu yang dihasilkan dari sarang lebah di desa itu terdiri dari dua macam yaitu madu pelawan yang rasanya pahit dan madu manis. Madu pelawan, menurutnya terasa pahit karena lebah menghisap pohon pelawan yang rasanya pahit sehingga madu lebah itu terasa pahit.

"Sedangkan madu manis yaitu lebah menghisap sejenis tanaman pada musim panen atau buah-buahan, sehingga madu lebah itu terasa manis," katanya.

Menurut dia, madu lebah pelawan itu sangat sulit didapatkan dan untuk di Babel, hanya ada di Kabupaten Bangka Barat yang dari dulu terkenal dengan daerah penghasil madu lebah baik madu lebah pelawan (rasanya pahit) maupun madu lebah manis.

"Madu lebah pelawan berasal dari sarang lebah yang bersarang di sejumlah pohon besar di sekitar perkampungan dan waktu memanennya hanya sekali dalam setahun yaitu pada bulan Mei setiap tahunnya," katanya.

Namun, kata dia, warga juga sering mengalami gagal panen apabila terjadi musim hujan pada jadwal panen tersebut karena sarang lebah tidak berisi madu jika musim penghujan.

"Kalau pada bulan Mei terjadi musim panas, maka sarang lebah yang berisi madu lebah pelawan sangat banyak, mencapai 30 kilo gram untuk satu sarang lebah dan masyarakat ramai-ramai mencari sarang lebah pelawan itu di hutan sekitar kampung," katanya dan menyebutkan sarang lebah banyak ditemukan di pohon kayu besar.

Kendati sulit mendapatkan madu lebah pelawan itu, namun katanya, persediaan madu tetap ada setiap ada ada permintaan yang kebanyakan datang dari luar provinsi karena madu lebah pelawan itu memiliki ketahanan atau keawetan mencapai puluhan tahun asalkan tempat penyimpanannya ditutup dengan rapat.

"Warga menyimpan madu lebah pelawan itu selama bertahun-tahun untuk konsumsi pribadi dan dijual jika ada yang meminatinya, kendati tidak dalam jumlah yang banyak karena persediaan terbatas karena sulitnya mendapatkan madu lebah pelawan itu," katanya.

http://health.kompas.com/read/2009/03/16/23444351/Madu.Pahit.Sembuhkan.Berbagai.Penyakit

Madu Obat Batuk untuk Anak Terbukti Ilmiah

Selama ini, orangtua dan sebagian dokter selalu dengan mudah meresepkan dan memberikan obat batuk meski anak hanya mengalami batuk ringan. Di masa depan, tampaknya pemberian obat-obatan tersebut akan mulai bisa dikurangi saat ditemukan terapi herbal yang lebih kecil efek samping dan dampaknya bagi tubuh manusia.

Ternyata penelitian terakhir mengungkapkan, madu dapat mengendalikan batuk pada anak.  Penelitian terkini tersebut menyebutkan bahwa madu lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mengontrol batuk malam hari pada anak dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA/URI). Kesimpulan tersebut bedasarkan penelitan acak buta ganda terkontrol yang dipublikasikan secara online 6 Agustus di jurnal Pediatrics. Organisasi Kesehatan Dunia pun merekomendasikan madu sebagai pengobatan batuk pada anak dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Menurut penelitian terkini, anak-anak dengan infeksi saluran napas atas dan batuk malam hari baik diberi 1 dari 3 produk madu yang berbeda atau plasebo pada pemberian 30 menit sebelum tidur. Hasil utama yang dievaluasi adalah perubahan subyektif dalam frekuensi batuk. Hasil sekunder yang diukur termasuk perubahan dalam tingkat keparahan batuk, efek batuk pada tidur untuk kedua anak dan orangtua, dan nilai gabungan pada survei pra-dan pasca penelitian.

Herman Avner Cohen, MD, Pediatric Ambulatory Community Clinic, Petach Tikva, Israel, membandingkan skor gejala untuk setiap kelompok perlakuan sebelum dan setelah intervensi dan menemukan bahwa pasien dalam semua 3 kelompok madu menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pasien yang diobati dengan plasebo . Tidak ada perbedaan signifikan antara berbagai jenis madu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing 3 jenis madu yanitu madu kayu putih, madu jeruk dan madu labiatae lebih efektif dibandingkan dengan plasebo untuk pengobatan semua hasil yang berkaitan dengan batuk malam hari, anak tidur, dan tidur orangtua. Para peneliti mendaftarkan 300 anak dengan Infeksi Saluran Napas Atas, berusia 1 sampai 5 tahun, yang terlihat pada 1 dari 6 klinik masyarakat umum pediatrik antara Januari 2009 dan Desember 2009. Pasien yang memenuhi syarat jika mereka menderita batuk malam hari dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan atas. Anak-anak tidak dilibatkan jika mereka memiliki gejala asma, pneumonia, laryngotracheobronchitis, sinusitis, atau rhinitis alergi. Pasien yang menggunakan setiap batuk atau obat pilek atau madu dalam 24 jam sebelumnya juga dikeluarkan atau tidak dimasukkan dalam penelitian.

Orang tua diminta untuk mengevaluasi anak-anak hari presentasi, ketika tidak ada obat yang telah diberikan, dan kemudian lagi hari setelah dosis tunggal 10 g madu kayu putih, madu jeruk, madu labiatae, atau plasebo (Silan ekstrak tanggal) telah diberikan sebelum waktu tidur. Dari 300 pasien yang terdaftar, 270 (89,7%) menyelesaikan studi satu malam. Usia rata-rata anak-anak ini adalah 29 bulan (kisaran, 12 - 71 bulan). Tidak ada perbedaan usia yang signifikan antara kelompok perlakuan. Keparahan gejala juga serupa di antara semua 4 kelompok perlakuan. Efek samping yang dilaporkan selama 5 pasien dan termasuk sakit perut, mual, dan muntah dan tidak berbeda nyata antara kelompok.

Para penulis mengakui keterbatasan studi, termasuk sifat subjektif dari survei dan fakta bahwa periode intervensi terbatas pada dosis tunggal. Selain itu, mereka mencatat bahwa beberapa perbaikan yang diukur mungkin disebabkan perkembangan alami dari infeksi saluran pernapasan atas, yang dapat memperbaiki dengan perawatan suportif dan waktu.

Berdasarkan temuan tersebut madu dapat ditawarkan sebagai pengobatan alternatif untuk anak usia lebih 1 tahun. Bahkan pada penelitian yang dilakukan Shadkam MN dkk menunjukkan bahwa madu lebih efektif dibandingkan obat batuk dekstrometorphan dan difenhidramin. Hasil studi itu menunjukkan bahwa menerima dosis 2,5-ml madu sebelum tidur memiliki efek yang lebih meringankan pada URI diinduksi batuk dibandingkan dengan dosis obat batuk dekstrometorphan dan difenhidramin.

Sedangkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Oduwole ddk, juga menunjukkan bahwa madu mungkin lebih baik dari bila tidak ada perawatan dan diphenhydramine dalam mengurangi gejala-gejala batuk tetapi tidak lebih baik dari dekstrometorfan. Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya.Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah Karena variasi madu asal botani berbeda dalam penampilan, persepsi sensorik dan komposisi.

Komponen utama yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan adalah karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa tetapi juga sekitar 25 oligosakarida yang berbeda. Meskipun madu adalah makanan karbohidrat tinggi, indeks glisemik bervariasi dalam berbagai 32-85, tergantung pada sumber botani. Ini mengandung sejumlah kecil protein, enzim, asam amino, mineral, trace elements, vitamin, senyawa aroma dan polifenol. Tinjauan tersebut mencakup komposisi, kontribusi gizi komponennya, efek fisiologis dan gizi. Ini menunjukkan bahwa madu memiliki berbagai efek positif gizi dan kesehatan, jika dikonsumsi pada dosis yang lebih tinggi dari 50 sampai 80 g per asupan.

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%),sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral.

Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin.Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu. Analisa madu secara umum:Fruktosa: 38.2%, Glukosa: 31.3%, Maltosa: 7.1%, Sukrosa: 1.3%, Air: 17.2%, Gula paling tinggi: 1.5%, Abu (analisis kimia):0.2% Lain-lain: 3.2% Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter. Atau sama dengan 36% lebih kental daripada air.

Kandungan Gizi Madu Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz)Energi     1.272 kJ (304 kcal)
Karbohidrat     82.4 g
- Gula     82.12 g
- Serat pangan     0.2 g
Lemak     0 g
Protein     0.3 g
Air     17.10 g
Riboflavin (Vit. B2)     0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B3)     0.121 mg (1%)
Pantothenic acid (B5)     0.068 mg (1%)
Vitamin B6     0.024 mg (2%)
Folate (Vit. B9)     2 ?g (1%)
Vitamin C     0.5 mg (1%)
Calcium     6 mg (1%)
Iron     0.42 mg (3%)
Magnesium     2 mg (1%)
Phosphorus     4 mg (1%)
Potassium     52 mg (1%)
Sodium     4 mg (0%)
Zinc     0.22 mg (2%)

sumber http://health.kompas.com/read/2012/12/06/14275676/Terbukti.Ilmiah.Madu.Obat.Batuk.untuk.Anak

Manfaat Madu Untuk Tubuh

Manfaat Madu Untuk Tubuh. Dikenal sebagai antiseptik alami bagi tubuh. Madu dikenal sebagai salah satu vitamin untuk wajah. Dengan menggunakannya sebagai masker, wajah menjadi lembut dan bercahaya. Tetapi, manfaat madu jauh lebih besar dari perkiraan orang.

Madu menyimpan banyak manfaat lain untuk kesehatan dan dikenal sebagai antiseptik alami bagi tubuh. Kandungan zat antioksidan di dalamnya juga bisa menjauhkan kita dari berbagai penyakit.

Berikut 5 kehebatan madu bagi tubuh:

1.Anti kanker
Madu mengandung flavonoids dan antioksidan yang membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. Kandungan karsinogen dalam madu bisa mencegah aneka tumor.

2.Mengurangi berat badan
Tidak seperti gula, selain kalori, madu mengandung vitamin dan mineral. Madu bisa dijadika obat alami untuk mengurangi berat badan. Jus lemon ditambah dengan sedikit madu di pagi hari diyakini bisa memerangi selulit.

3.Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan zat antioksidan yang terdapat dalam madu dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan tubuh dan membantu tubuh tetap sehat. Madu juga mampu menghilangkan zat radikal bebas dalam tubuh.

4.Mengurangi batuk dan radang tenggorokan
Madu mengandung zat-zat anti mikrobakteri yang mampu meredakan radang dan membunuh bakter-bakteri yang menyebabkan infeksi tenggorokan.

5.Menghalau bakteri dan jamur
Zat antiseptik dalam madu berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan menjaga tubuh bebas dari infeksi. Madu sering digunakan untuk pertolongan pertama jika seseorang terluka atau terbakar guna menghindari terjadinya infeksi.

Sumber http://www.beritasatu.com/features/83635-5-kejaiban-madu-untuk-tubuh.html

Khasiat Menakjubkan Jus Lemon Madu

Khasiat Menakjubkan Jus Lemon Madu. Bila diminum teratur, jus lemon madu dapat mencegah sekaligus mengatasi flu, obesitas, gangguan pencernaan, bahkan kanker usus besar.Kombinasi jus lemon dan madu tak hanya menyegarkan dan bisa melepaskan dahaga, tapi juga  baik bagi kesehatan asalkan diminum secara teratur. 

Apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya.

1. Menurunkan Berat Badan
Anda dapat menambahkan beberapa tetes madu dalam segelas minuman lemon hangat. Selain membakar kalori, minuman ini juga mengandung banyak asam sitrat dan antioksidan. Anda bisa meminumnya sebelum atau setelah makan.

2. Menyembuhkan Gangguan Pencernaan
Kombinasi air hangat, jus lemon, dan madu, dapat membantu membersihkan racun (detoksifikasi) dan membuat kulit bersinar.

3. Mengobati Sakit Tenggorokan
Tenggorokan Anda terasa gatal saat batuk? Atasi keluhan tersebut dengan minuman ini. Madu memiliki sifat anti-bakteri yang dapat membunuh bakteri dan kuman yang menyebabkan masalah tenggorokan. Sedangkan air hangat juga dapat membantu membersihkan tenggorokan dan mengencerkan dahak.

4. Mencegah Batu Ginjal
Sering menahan kencing, minum sedikit air, dan asupan kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal. Untuk mencegah keluhan itu, Anda dapat menyeruput jus lemon madu secara teratur, karena minuman ini dapat menghilangkan kelebihan kalsium dari darah dan tubuh.

5. Mencegah Kanker Usus Besar
Madu memiliki banyak antioksidan yang dapat melawan pembentukan tumor. begitu pula dengan lemon yang juga kaya antioksidan. Tak heran bila jus lemon madu dapat membantu melawan risiko kanker usus besar, bila dikonsumsi secara teratur.
sumber http://www.beritasatu.com/diet/86435-5-khasiat-menakjubkan-jus-lemon-madu.html

Dua Sendok Madu Atasi Batuk Anak

Jangan bingung, bila mendapati buah hati Anda batuk berkepanjangan. Agar tidurnya lelap tanpa gangguan batuk, berikanlah madu sebanyak dua sendok teh sebelum mereka tidur.Dewasa ini, orang tua memang tidak punya banyak pilihan obat yang aman untuk mengobati demam dan batuk anak. Bahkan, The American Academy of Pediatrics menyatakan obat-obatan demam dan batuk di pasaran tidak menyembuhkan untuk anak di bawah 6 tahun. Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika pun menyetujui hal ini.

Namun, temuan baru penelitian mengenai khasiat madu yang dapat meredakan batuk anak-anak ini bisa menjadi alternatif. Dalam penelitian, sebanyak 270 anak usia 1 - 5 tahun yang menderita batuk pada malam hari diberi satu dari tiga jenis madu, yakni madu eucalyptus, madu citrus, dan madu labiatae, juga cairan dengan ekstrak madu. Mereka diminta meminum cairan tersebut 30 menit sebelum tidur.

Sementara itu, para orangtua si anak diminta mengisi pertanyaan tentang perkembangan batuk anak-anak pada malam sebelum riset dimulai, dibandingkan dengan malam setelah riset rampung.

Hasil riset menunjukkan, semua anak terlihat lebih baik pada hari kedua, termasuk anak yang diberi minuman ekstrak madu. Namun, anak yang menerima minuman madu terlihat lebih jarang batuk dan lebih nyenyak tidur ketimbang yang tidak meminum madu.

Alan Rosenbloom, MD, dokter anak di Baldwin, New York, mengatakan madu bisa menjadi bagian dari perawatan pilek yang diderita anak-anak. Namun, madu kurang sesuai untuk dikonsumsi anak-anak berusia di bawah satu tahun karena beresiko pada metabolismenya.

Vic Mali, MD, dokter anak di Beaumont Hospital di Troy, Michigan berpendapat temuan baru ini sangat membantu para orangtua. Semua jenis madu, katanya, memiliki khasiat luar biasa. Orangtua tinggal memilih rasa mana yang cocok dengan lidah anak-anaknya.

Manfaat Madu Untuk Kesehatan

manfaat madu
Meski mengandung kadar gula yang tinggi, namun madu memiliki berbagai khasiat positif bagi kesehatan. Baru-baru ini penelitian mengungkap manfaat madu untuk meredakan batuk balita di malam hari. Selain meredakan batuk dan membuat tidur lebih tenang, berikut adalah beberapa khasiat madu yang menganggumkan.

1. Antibiotik oles
Penelitian menunjukkan beberapa penyakit kulit, seperti luka bakar, tergores, hingga bekas jahitan operasi, memberikan respon pada "terapi madu" yang dioleskan di bagian luka. Kandungan alami madu berupa hidrogen perioksida yang diproduksi dari enzim lebah diduga bekerja seperti antibiotika alami sehingga punya daya menyembuhkan.

2. Mengurangi gatal
Kandungan anti-inflamasi dalam madu terbukti membantu mengurangi rasa gatal dan iritasi akibat gigitan nyamuk.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh
Madu sangat kaya akan polifenol, jenis antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, yang bisa memicu penyakit kanker dan penyakit jantung.

4. Meredakan gangguan pencernaan
Dalam penelitian tahun 2006 yang dipublikasikan dalam BMC Complementary and Alternative Medicine, para peneliti menyimpulkan bahwa mengganti gula dengan madu dalam makanan yang diproses akan meningkatkan mikroflora dalam usus. Tetapi penelitian itu baru dilakukan pada tikus laboratorium.

5. Mengobati jerawat
Menurut penelitian awal, madu jenis Manuka dan Kanuka efektif mengatasi jerawat vulgaris, yakni gangguan kulit yang disebabkan oleh inflamasi dan infeksi folikel pilosebaceous di wajah, punggung, atau dada.
sumber http://health.kompas.com/read/2012/08/11/11315634/5.Khasiat.Sehat.Madu.

Manfaat Madu untuk Menurunkan Berat Badan

Diet memiliki peran penting dalam usaha menurunkan berat badan. Apa pun yang Anda makan merupakan sumber kalori dan bisa diubah menjadi lemak jika tidak dimakan dengan cara tak terkendali. Berbagai makanan yang rendah kalori dianjurkan untuk orang-orang yang menderita obesitas dan perlu untuk menurunkan berat badan. Dari berbagai makanan tersebut, ada pengganti untuk gula yang berkalori tinggi seperti misalnya madu. Anda bisa menemukan banyak pengganti gula, namun madu merupakan salah satu pengganti gula yang alami dan tidak diproses dalam pembuatannya. Ini merupakan pilihan yang baik jika Anda sangat peduli akan kesehatan. Madu memiliki berbagai manfaat kesehatan, selain untuk mengurangi asupan kalori.

Jika Anda merasa tidak nyaman setelah makan dan memiliki masalah pencernaan, Anda bisa mengonsumsi madu setelah makan untuk melancarkan proses pencernaan makanan dan mencegah banyak masalah pencernaan. Madu merupakan sumber karbohidrat yang sederhana.

Jika makanan Anda kaya akan gula atau gula kompleks, maka makanan tersebut termasuk karbohidrat. Karbohidrat sederhana atau kompleks bergantung pada tumpukan dan ikatan dari molekul gula. Saat molekul gula tertumpuk, maka mereka akan membentuk karbohidrat kompleks yang akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencernanya. Karbohidrat semacam ini sering sekali ditemukan pada polong dan gandum utuh.

Berbicara soal sumber karbohidrat kompleks, sebuah teori baru telah menemukan kaitan antara mengurangi berat badan dan madu. Satu atau dua sendok penuh madu sebelum tidur, baik dengan air hangat ataupun madu saja, dapat menyehatkan hati, mengurangi hormon stres dan membantu proses pembakaran lemak pada tubuh. Madu juga memberikan tidur yang berkualitas sehingga dapat membantu Anda mengurangi berat badan.

Berbagai cara yang dapat Anda gunakan dalam mengonsumsi madu
Dengan air hangat: Lemak yang merupakan sumber yang sudah tidak berguna dalam tubuh Anda, tidak berguna dalam diet Anda. Pada dasarnya, tubuh Anda menyimpan lemak untuk digunakan saat sedang merasa lapar yang merupakan sebuah situasi yang jarang Anda alami. Kini, lemak adalah alasan Anda gemuk dan tidak sehat.

Madu diketahui dapat memobilisasi lemak dan oleh karena itu dapat membantu dalam proses pembakaran untuk diubah menjadi energi. Energi ini digunakan untuk berbagai aktivitas fisik. Anda bisa mengonsumsi satu sendok makan madu ditambah dengan air hangat dengan jumlah yang sama. Cara itu dapat membantu Anda dalam mencerna makanan sehingga dapat mengurangi berat tubuh Anda.

Dengan lemon: Madu juga bisa dikonsumsi dengan air hangat dan jus lemon. Kebanyakan orang meminumnya di pagi hari, dan percaya bahwa hal tersebut bisa mengurangi berat badannya.

Dengan kayu manis: Anda juga bisa menambahkan bubuk kayu manis dengan air hangat bersama dengan madu. Campurkan satu sendok makan madu, satu sendok makan bubuk kayu manis dan secangkir air hangat yang banyaknya sesuai dan kemudian minumlah saat perut masih kosong. Banyak orang telah mengalami penurunan berat badan dengan mengonsumsi campuran tersebut secara teratur, meski belum ada penjelasan pasti.

Madu juga memiliki manfaat kesehatan, selain untuk menurunkan berat badan. Jika Anda memilki kelebihan berat badan dan ingin menurunkannya, cobalah untuk mengurangi asupan kalori, namun pastikan bahwa Anda tidak mengurangi  asupan nutrisi yang penting.

sumber: http://id.she.yahoo.com/

Tips-Cara Merawat Bibir Cantik & Indah dengan Madu

Tips Cara Merawat Bibir Cantik  Indah dengan Madu,. SALAH satu bagian yang pada umumnya dijadikan salah satu ukuran orang itu cantik atau tidak adalah bibir. Bibir yang cantik adalah bibir yang lembut, berwarna merah muda dan lembap. Masalahnya, tak banyak yang tahu merawat bagian itu. Karena tak tahu, orang berbuat apa saja, mulai dengan menggaruk dengan jari tangan hingga menggosoknya dengan produk kecantikan lain. Kalau mau supaya bibir terlihat cantik dan indah, oleskan madu.

Bibir merupakan organ tanpa tulang yang letaknya bersatu dengan wajah. Bibir dilapisi kulit tipis yang di dalamnya terdapat membran selaput lendir transparan. Itulah mengapa kulit bibir sangat sensitif sehingga mudah sekali terganggu.

Bibir yang sehat umumnya berwarna merah muda, lembut, bertekstur halus, lembap dan tidak kering. Terkadang bibir bisa dijadikan sebagai gambaran kondisi kesehatan yang dialami dehidrasi, misalnya bibirnya akan berwarna pucat. Atau berwarna biru jika orang itu kedinginan.

Sederhana Namun Terlupa

Apakah Anda sudah merawat bibir dengan baik? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam merawat bibir. Yang pertama adalah penggunaan lipstik matte. Jenis lipstik ini dapat membuat bibir kering. Bibir tidak memilih kelenjar minyak namun banyak mengandung melanin atau zat pigmen yang sangat peka terhadap paparan sinar matahari. Lipstik matte hanya mengandung sedikit minyak, bahkan tidak mengandung air. Terlalu sering menggunakan lipstik matte, selain tidak terjaga kelembapannya, akan mudah membuat bibir menjadi kering. Lipstik yang tepat tergantung pada kondisi bibir. Untuk mengeceknya cobalah mengoleskan lipstik baru di bagian dalam lengan dan biarkan selama 48 jam. Jika kulit terasa gatal, jangan menggunakan lipstik itu.

Yang kedua adalah cara menambahkan lipstik dengan mengoleskannya secara berulang-ulang. Ini cara yang salah. Anda harus membersihkan lebih dulu bibir dari bekas-bekas lipstik sebelum mengoleskan yang baru. Terutama jika rentang waktunya cukup lama. Mengapa? Mungkin saja pada olesan awal, lipstik sudah tercemar oleh udara, bercampur debu bahkan sisa makanan yang menempel di bibir. Dan hal ini bisa membuat stik lipstik tercemar bakteri. Dan yang ketiga, bibir akan bertambah kering jika sering dibasahi dengan lidah. Air liur yang mengandung kelenjar dan enzim tertentu dapat mengiritasi kulit terluar bibir yang tipis sehingga bibir bertambah kering.

Hal selanjutnya adalah bahwa pemakaian lip care seperti lip balm atau lip conditioner bisa membantu melembapkan bibir. Dr Meiristika Rooselani dari Duraskin menyarankan penggunaan lip care setiap hari untuk menjaga kelembapan kulit bibir. "Dioleskan satu atau dua kali sehari sudah bisa menjaga bibir agar tetap lembap," ujarnya. Pilihlah lip care yang tak beraroma. Bukan karena produk ini bisa membuat bibir menjadi kering atau pecah-pecah, tetapi karena menghindarkan Anda untuk menjilat aroma tersebut. Aroma yang dihasilkan oleh kandungan fragrance atau flavour (perasa atau pewangi) hanyalah unsur tambahan. Bila lip balm tersebut cukup kandungan pelembap (vitamin E) dan UV protectionnya (tabir surya), produk ini relatif aman digunakan. Jika bukan lip balm, oleskan madu sebelum tidur sebagai penggantinya. Cairan madu mengandung kadar gula murni yang dapat menutrisi bibir sekaligus melembapkan. Apalagi jika Anda berada ditempat bersuhu dingin atau panas. Bila tidak ada madu, Anda bisa menggunakan masker parutan buah alpukat, lidah buaya atau wortel. Bubuhkan pada bibir minimal 2 kali seminggu.

Hal yang terakhir adalah jangan menggunakan produk kecantikan lain untuk bibir. Biasanya orang menggunakan pembersih wajah, masker atau produk peeling, selain di daerah wajah, juga untuk bibir. Ingat, produk pembersih wajah mengandung zat pembersih aktif, cairan busa yang kuat serta butiran scrub yang lebih besar dan kasar yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit bibir yang halus. Jika Anda ingin membersihkan bibir, gunakan lip scrub khusus bibir. "Sebenarnya perawatan bibir itu tak terlalu susah kok. Membiarkannya tetap alami dan tidak usah tergoda untuk mengikuti treatment seperti sulam bibir dan sebagainya serta tentu saja menerapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok dan sebagainya juga udah cukup untuk menjaga kecantikan bibir," tambah dr Risty sambil tersenyum.
sumber lifestyle.okezone.com

Madu Mengatasi Batuk Anak di Malam Hari

Madu telah dikenal sejak lama sebagai obat alami untuk hampir segala jenis penyakit karena khasiatnya yang tinggi seperti mengobati luka hingga menambah kesuburan pasutri.

Kini sebuah studi menemukan manfaat baru dari madu yaitu meredakan batuk pada anak-anak.

Menurut studi ini, satu sendok makan madu yang diberikan kepada anak-anak sebelum tidur akan membantu meredakan batuk yang dialaminya.

Para orangtua pun melaporkan bahwa setelah anak-anak diberi madu, batuknya menjadi tidak terlalu sering terjadi dan tidak begitu parah.

Dr. Ian Paul, seorang dokter anak dari Pennsylvania State University di Hershey menyatakan, "Batuk merupakan salah satu alasan mengapa anak-anak sering pergi ke dokter. Namun terapi untuk mengatasi gejala batuk dan pilek seringkali menimbulkan masalah seperti tidak begitu efektif atau bahkan tidak efektif sama sekali dan terkadang terapinya berpotensi memunculkan efek samping."

Lagipula banyak obat batuk dan pilek yang dijual bebas tidak mencantumkan peringatan bagi anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Hal ini menyebabkan para orangtua cenderung memberi obat dengan dosis terlalu banyak atau anak-anak dibiarkan meminum obatnya sendiri tanpa bantuan atau pengawasan dari orangtua.

"Berbeda dengan yang selama ini kami berikan yaitu obat-obatan kimia yang ada efek sampingnya, madu ini terbukti benar-benar aman," tambah Paul yang tidak terlibat dalam studi ini seperti dilansir dari reutershealth, Senin (6/8/2012).

Gejala batuk dan perubahan pola tidur anak-anak yang makan madu turun 2 poin, sedangkan anak-anak yang diberi ekstrak kurma hanya turun 1 poin.

"Kualitas tidur orangtua pun menjadi lebih baik setelah anak-anaknya diberi madu," lapor peneliti Dr. Herman Avner Cohen dari Tel Aviv University dan koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

Cohen dan koleganya mencatat bahwa jenis madu yang berbeda bisa jadi mengandung antioksidan yang berbeda juga, belum lagi kandungan vitamin C dan flavonoid-nya. Namun peneliti menekankan bahwa semakin gelap warna madunya maka kandungan antioksidannya akan semakin banyak.

"Madu bisa membantu meredakan batuk pada anak-anak karena madu sangat kaya akan antioksidan yang bisa memberi semacam perlawanan terhadap infeksi apapun yang menyebabkan gejala pilek," terang Paul. Meski begitu, Paul memperingatkan agar orangtua tidak memberikan madu pada bayi.
sumber detikHealth

dmoz.org
Subscribe to me on FriendFeed