Tampilkan posting dengan label Masalah Kejantanan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Masalah Kejantanan. Tampilkan semua posting

Manfaat Tanaman Ki Urat

Manfaat Tanaman Ki Urat. Tanaman ki urat mengandung aukubin, vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan mengandung kalium. Kekurangan kalium bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti jantung yang lemah, pembengkakan prostat, perut tidak nyaman atau testis membengkak. Biji ki urat mengandung glikosid aukubin, cholin dan asam organic. Glikosid aukubin yang berfungsi antiseptic menumpas kuman yang menyebabkan infeksi prostat, sedangkan kalium disamping berfungsi diuretic(meluruhkan air seni)  melawan batu ginjal, juga bersifat  anti imflammantory(anti pembengkakan).
M.J van Steenis Krusman dalam bulletin select Indonesian medicinal plant, menyebutkan , di jepang air sari rebusan biji ki urat sebagai obat batuk rejan. Dari hasil uji coba juga disebutkan seluruh bagian tanaman ki urat berkhasiat melawan batu dalam kandung kemih. Di india biji ki urat digunakan sebagai perangsang, pennghangat dan tonik. Dengan minum ramuan kki urat ereksi tetap bertahan lama dan sperma diblokir sehingga tidak keluar. Penderita penyakit jantung dapat meninggal dunia setelah berhubungan intim jika menggunakan obat kuat Viagra. Ki urat justru mengembalikan kesehatan jantung yang lemah, menguatkan urat syaraf, juga menyembuhkan gangguan kelenjar prostat penderita impotensi.
Ahli pengobatan cina, menggunakan ki urat dalam bentuk seduhan teh, dapat mengatasi kelelahan badan, ejakulasi dini dan impotensi, juga bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan.
Cara Membuat Ramuan Ki Urat. Lima lembar daun di tambah dua lembar pucuk daun  direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa satu gelas. Dinginkan dan siap untuk diminum. Atau satu ons biji atau daun segar dididihkan dalam satu liter air hingga tinggal seperempat, setelah disaring dapat diminum dalam keadaan dingin. Jika rebusan air masih kental dapat ditambahkan air dan diminum lagi. Manfaatnya akan terlihat dalam beberapa hari.(majalah Trubus)

Masalah Kejantanan

Istilah "kejantanan" sangat populer di masyarakat kita. Namun, apa yang dimaksud dengan "kejantanan" sebenarnya? Meski beragam, jawaban yang muncul tetap berkaitan dengan organ kelamin pria.
Ada beberapa anggapan mengenai kata itu. Ada yang mengartikannya sebagai kemampuan pria melakukan hubungan seksual. Sebagian lain mungkin mengartikannya sebagai kemampuan menghamili istri. Padahal, kemampuan melakukan hubungan seksual tidak selalu sama dengan kemampuan menghamili istri. Bisa jadi, seorang pria mampu melakukan hubungan seksual dengan baik dan memuaskan tetapi tidak mampu menghamili istri karena kesuburannya terganggu. Sebaliknya, bisa jadi seorang pria mampu menghamili istrinya tetapi tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan baik sehingga sang istri tidak merasakan kepuasan seksual.
Dari kenyataan itu dapat dilihat adanya perbedaan antara fungsi seksual dengan fungsi reproduksi pria. Fungsi seksual menunjukkan kemampuan melakukan hubungan seksual, sedangkan fungsi reproduksi berkaitan dengan kesuburan atau kemampuan menghamili. Namun, fungsi seksual dan fungsi reproduksi memang mempunyai hubungan sangat erat, bahkan sebagian dilakukan oleh organ yang sama.
Contohnya, penis lebih berfungsi seksual daripada reproduksi walaupun sperma juga dikeluarkan melalui penis. Testis (buah pelir) berfungsi reproduksi karena di dalamnya diproduksi sel-sel spermatozoa. Namun, testis juga berfungsi seksual karena di dalamnya juga diproduksi hormon testosteron yang berperan bagi perkembangan seksual dan mempertahankan dorongan (gairah) seksual.
Banyak orang mengira kalau mampu melakukan hubungan seksual dengan baik, apalagi sering, pasti mampu pula menghamili. Sebaliknya, pria yang mengalami gangguan fungsi seksual dianggap juga mengalami gangguan kesuburan sehingga tidak mampu menghamili istri. Padahal, tidak demikian.
Pria mungkin mempunyai dorongan seksual kuat karena fungsi ereksi yang baik pula tetapi spermanya terganggu sehingga kesuburannya kurang dan tidak mampu menghamili. Pria mungkin saja mengalami disfungsi ereksi (dulu disebut impotensi) sheingga tidak dapat melakukan hubungan seksual dengan baik dan tidak dapat memuaskan istrinya tetapi kesuburannya baik sehingga mampu menghamili istrinya.
Gangguan fungsi seksual pria, apa pun jenisnya, pada dasarnya dapat disebabkan oleh faktor fisik atau faktor psikis. Gangguan sperma, berarti gangguan kesuburan, hampir selalu disebabkan oleh faktor fisik, walaupun hambatan psikis yang berlangsung lama dapat juga mengganggu produksi spermatozoa.
Penyebab gangguan fungsi seksual tidak pasti menyebabkan gangguan kesuburan. Sebaliknya, penyebab gangguan sperma tidak pasti mengakibatkan gangguan fungsi seksual. Sebagai contoh, penyakit kencing manis mudah dan sering mengakibatkan disfungsi ereksi tetapi tidak mudah menimbulkan gangguan sperma. Sebaliknya, varicocele (pelebaran pembuluh darah di sekitar testis) mudah dan sering mengakibatkan gangguan sperma bahkan dapat mengakibatkan pria menjadi sama sekali mandul tetapi fungsi ereksinya normal.
Merokok berlebihan dalam waktu lama, selain dapat mengakibatkan gangguan sperma juga mengakibatkan disfungsi ereksi. Maka, tepat sekali pencantuman peringatan bahaya merokok pada setiap bungkus rokok. Para perokok seharusnya tahu peringatan itu dan siap menerima akibat terburuk yang mungkin mereka hadapi.
Satu contoh lagi, penyakit kencing nanah (gonorrhea), salah satu penyakit menular seksual (PMS). Akibat penyakit itu, sperma dapat terganggu sehingga kesuburan terganggu. Tetapi fungsi seksual tetap baik, bahkan banyak suami menularkan penyakit itu melalui hubungan seksual pada istrinya.
Jadi jelas, kemampuan melakukan hubungan seksual tidak sama dengan kemampuan menghamili. Lalu apa yang dimaksud dengan "kejantanan"? Ya, tinggal pilih dan terserah saja. Apakah menunjuk pada kemampuan seksual atau kemampuan menghamili, atau keduanya?
(Sumber: Intisari)

dmoz.org
Subscribe to me on FriendFeed