Uji Coba Nike AirMax+ 2013 (Limited Edition) di TNR (14/02) Dengan Jarak 5 km

Uji Coba Nike AirMax+ 2013 (Limited Edition) di TNR (14/02) Dengan Jarak 5 km. Sol/airbag empuk, tapi cukup responsif. Sol bagian depan (forefoot) cenderung lebih empuk dibanding tumit (heel). Tidak seperti AirMax Turbulence+ 15 saya dulu, AirMax 2013 cukup fleksibel untuk bagian sol depan, sehingga tidak keras kalau telapak kaki menekuk. Dan benar, fleksibilitas sol hanya ke arah depan, tidak ke arah samping. Sehingga cukup stabil.



Namun, karena memang tidak didesain untuk hujan. Sol tidak menapak dengan kuat di permukaan licin (ubin/tegel licin yang basah). Sehingga saya tidak bisa berlari di beberapa "trotoar" kompleks GBK (yang bahannya mirip ubin kamar mandi) yang sore kemarin diterpa hujan.



Khusus keluaran "Limited Edition", agak sedikit berbeda dengan keluaran reguler. Edisi terbatas ini dilengkapi dengan tambahan aksen "reflective" (a la Scotchlite). Dengan 360 reflective, untuk berlari di malam hari akan lebih aman karena akan memantulkan cahaya dari segala arah (depan-samping-belakang). Bahkan, tali sepatunya pun reflective.



Jika dibandingkan dengan sepatu full-cushion umumnya, berat AirMax 2013 cenderung agak ringan. Tapi tentunya kalau dibandingkan dengan sepatu yang memang didesain dengan sedikit bantalan (apalagi yang minimal), AirMax memang lebih berat.


sumber G+

Tidak ada komentar: