Tampilkan postingan dengan label Cara Memijat Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Memijat Bayi. Tampilkan semua postingan

Manfaat Memijat Bayi

Manfaat Memijat Bayi.
1. Mengusir rasa tak nyaman ketika tubuh melepaskan oksitosin dan endorphin, yaitu hormon pereda nyeri saat bayi tumbuh gigi.

2. Stimulasi kulit, mempercepat proses perbaikan sistem saraf

3. Melatih respons saraf.

4. Meningkatkan kualitas tidur bayi.

5. Memperlancar sistem pencernaan. Pijatan merangsang kerja saraf vagus.

6. Mengajarkan anak bahwa sentuhan adalah ekspresi.

7. Membantu pertumbuhan massa otot.

8. Meningkatkan kesadaran bayi atas tubuhnya.

9. Membentuk empati antara orangtua dan bayi.

Catatan: Setiap gerakan memijat diakhiri dengan relaksasi. Caranya dengan mengusap-usap bayi dengan lembut. Sering-sering ajak bayi berkomunikasi agar jalinan komunikasi Anda dan anak terbentuk.

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/1899/bayi-dipijat-bayi-sehat.html

Cara Memijat Bayi

Cara Memijat Bayi. Pijat bayi, memancing banyak keuntungan. Selain kesehatan bayi, proses pijat bayi ini melatih kekompakan keluarga. “Misalnya ibunya memijat bayi, ayahnya mengajak komunikasi bayinya,” . Dengan pijat bayi ini, akan terbangun kekompakan ayah, ibu, dan anak-anak. Untuk kesehatan, pijat bayi bisa menambah nafsu makan bayi, memperlancar buang air besar, sampai membuat tidur bayi semakin pulas.
Pijat bayi tidak boleh dilakukan saat bayi tidur atau menangis. Hanya boleh dilakukan ketika bayi dalam keadaan tenang. Pijat dimulai dengan mengusapkan minyak di kedua telapak tangan. Usap perlahan kedua telapak tangan di atas muka bayi. Ini akan merangsang penglihatan dan respons bayi. "Lama-lama bayi akan siap dan tahu kalau akan dipijat,"

Pertama lakukan di lengan. Angkat perlahan lengan bayi Anda, usap dari siku menuju ke ketiak. Selanjutnya, pijat tangan bayi Anda dari jemari ke pangkal tangan. Gerakan pijat, kedua telapak tangan Anda memutar bergantian tanpa terputus. Sebenarnya, bayi stres saat dipijat, ini akibat adanya tekanan-tekanan pada tubuhnya. Nah, yang membuat rileks adalah sentuhan dan aroma tubuh orangtuanya. Apalagi diajak komunikasi dengan orangtuanya. Stres yang diseimbangkan dengan komunikasi ini justru melatih respons saraf bayi.  Ini juga yang membentuk ikatan antara orangtua dan bayi. Kontak mata, kulit, suara dan aroma tubuh orangtua akan sangat dikenal bayi. Tidak berlebihan jika kelak, orangtua dan anak memiliki kontak batin. Merasa sebagai belahan jiwa yang saling melengkapi.

Selagi dipijat, seringkali ajak bayi mengenal tubuhnya. "Ini tangan saya," begitu salah contohnya, dikatakan ketika memijat. Dengan begitu kesadaran bayi akan tumbuh, dia akan paham bahwa kaki, tangan, dan anggota tubuh lainnya menyatu. Akan tumbuh rasa menghargai terhadap tubuh yang diberikan.
Ada catatan lain tentang pijat bayi ini. Untuk bayi premature dan bayi yang lebih dari 9 bulan kandungan ada teknik sendiri. Jadi, jangan lakukan pijat ini bayi premature dan bayi lebih bulan dalam kandungan.