Follow my blog with Bloglovin

Makanan Yang Menjadi Penyebab Ketombe

Tahukah Anda bahwa makanan juga bisa menyebabkan munculnya ketombe? Tak hanya gaya hidup yang memicu munculnya ketombe, namun juga makanan yang kita konsumsi. Lebih parah lagi, bukan hanya menimbulkan ketombe, bahkan bisa membuat masalah baru yaitu kerontokan rambut.
Coba deh cek daftar makanan ini, Ladies. Siapa tahu ada dalam daftar makanan favorit Anda.
1. Makanan Produk Susu
Bila Anda ingin menghindarkan ketombe muncul di kulit kepala Anda., coba sementara hindari produk-produk makanan dari susu seperti es krim, keju dan susu murni. Makanan seperti ini mengurangi ketahanan kondisi kulit kepala dan memicu munculnya ketombe.
2. Gorengan
Makanan yang digoreng disinyalir menjadi penyebab munculnya ketombe. Makanan ini tak hanya menimbulkan kolesterol, namun bila berlebihan juga bisa merangsang minyak berlebihan di kulit kepala dan menyebabkan kulit kepala tak stabil dari lembab ke kering dan sebaliknya.
3. Makanan Mengandung Gula Tinggi
Makanan dengan kandungan gula yang tinggi mampu memperparah kondisi kulit kepala Anda yang berketombe. Hindari konsumsi gula berlebihan dalam seminggu. Ganti cemilan manis Anda dengan buah-buahan segar yang manis pohon.
4. Makanan Pedas
Makanan pedas memiliki potensi yang sama dengan makanan yang digoreng. Makanan seperti ini mampu memicu munculnya ketombe karena merangsang produksi minyak berlebih ke kulit kepala. Akibatnya rambut sering lepek dan gatal, bahkan hingga rambut patah. Oh nooo..
5. Makanan Terlalu Panas
Ada baiknya Anda sedikit bersabar sebelum mengonsumsi makanan. Bila terlalu panas ternyata juga bisa merangsang kondisi tubuh kita dari bagian kepala hingga pencernaan. Suhu tubuh meningkat dan tubuh melakukan penyesuaian yang mempengaruhi kondisi kulit dan rambut.
Selain menjaga kebersihan rambut dan produk perawatan yang kita pilih, penting juga untuk menjaga agar makanan kita tak mempengaruhi kondisi rambut. Anda boleh mengonsumsi makanan di atas dengan kontrol yang seimbang. Namun bila ingin rambut cantik dan sehat, perbanyak konsumsi makanan alami seperti sayur, buah, kacang-kacangan dan ikan. Semoga bermanfaat, Ladies.
sumber

Nyeri dan kebas pergelangan tangan akibat pekerjaan ? hati-hati cts !

Nyeri pada pergelangan tangan, rasa lemah, kesemutan, panas, atau kebas pada jari-jari tangan merupakan gejala yang cukup sering dikeluhkan oleh mereka yang pekerjaannya berhubungan dengan penggunaan tangan dalam waktu yang lama. Pekerjaan yang dimaksud antara lain : mengetik, menjahit, pemaketan barang, perakitan alat, dekorasi, dan lain-lain. Anda termasuk dalam salah seorang di antaranya ? Hati-hatilah terhadap kemungkinan terkena sindroma terowongan karpal, atau yang dalam nama aslinya disebut Carpal Tunnel Syndrome, dan kerap disingkat menjadi �CTS�.
Sindroma terowongan karpal lebih sering terjadi pada wanita, dengan perbandingan 3 : 1, terhadap pria. Usia terjadinya penyakit ini terutama antara 30-60 tahun. Pertambahan usia dapat memperbesar risiko terjadinya sindroma terowongan karpal. Selain berhubungan dengan pekerjaan, kelainan ini dapat pula terjadi akibat berbagai kondisi medis, seperti rematik, hipotiroid, kehamilan, asam urat, diabetes, tumor, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan Sindroma Terowongan Karpal ?

Terowongan karpal merupakan suatu lorong atau terowongan yang terbentuk mulai dari ujung lengan bawah melalui tulang-tulang pergelangan dan berakhir pada tulang-tulang telapak tangan (tulang-tulang carpal)

Melalui terowongan karpal ini terdapat saraf yang bernama saraf medianus, yang mensarafi sistem perasa (sensorik) dan penggerak (motorik)) pada tangan dan jari-jari tangan. Saraf medianus juga mensarafi otot-otot pada pangkal ibu jari (otot-otot tenar).
Kelainan ini dapat terjadi akibat adanya proses peradangan pada jaringan-jaringan di sekitar saraf medianus (tendon dan tenosynovium) - dalam terowongan karpal. Peradangan tersebut mengakibatkan jaringan di sekitar saraf menjadi bengkak, sendi menjadi tebal, dan akhirnya menekan saraf medianus. Penekanan saraf medianus ini lebih lanjut akan menyebabkan kecepatan hantar (konduksi) dalam serabut sarafnya terhambat, sehingga timbullah berbagai gejala pada tangan dan pergelangan tangan.

Gejala-Gejala


Gejala-gejala yang klasik antara lain :


1. Rasa lemah, agak kaku atau rasa janggal pada tangan dan pergelangan tangan.
2. Kesemutan atau kebas pada pergelangan tangan dan pada jari-jari tangan, terutama: ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
3. Gejala lainnya rasa seperti panas atau nyeri, terutama pada malam hari, dan sering disertai kesemutan (nocturnal paresthesia).


Keluhan-keluhan ini kadang-kadang dapat dirasakan pada seluruh bagian tangan. Keluhan lain yang dapat terjadi antara lain : nyeri pada lengan bawah dan siku, serta kadang-kadang bahu, yang dipicu dan diperberat dengan aktivitas.
Berbagai Kondisi Medis Penyebab Sindroma Terowongan Karpal
Sindroma terowongan karpal dapat terjadi akibat adanya penyakit lain yang memicunya. Berbagai penyakit degeneratif dapat menyebabkan munculnya sindroma terowongan karpal sebagai salah satu bentuk komplikasi.
Kondisi-kondisi medis penyebab sindroma terowongan karpal di antaranya : diabetes melitus (komplikasi dari neuropati diabetik), perubahan hormonal khususnya pada wanita (kehamilan, menopause, penggunaan kontrasepsi oral), obesitas, hipotiroid, arthritis rheumatoid, lupus eritematosus sistemik, gout, cedera (dislokasi dan fraktur), keganasan (misalnya mieloma multipel, limfoma non-Hodgkin), dan faktor genetik (keturunan).

Hubungan dengan Pekerjaan

Berbagai pekerjaan yang banyak menggunakan tangan dalam jangka waktu lama, sering dihubungkan dengan terjadinya sindroma terowongan karpal. Pekerjaan yang dimaksud umumnya menggunakan kombinasi antara kekuatan dan pengulangan gerakan yang sama pada jari-jari dan tangan, selama periode waktu yang lama. Sindroma terowongan karpal dapat pula tercetus akibat paparan terhadap getaran/vibrasi (misalnya pekerjaan pengeboran), atau akibat kesalahan posisi tangan yang tidak ergonomis (misalnya pekerjaan dengan komputer), yang terjadi dalam jangka waktu lama.
Beberapa jenis pekerjaan yang dapat menjadi faktor risiko tercetusnya sindroma terowongan karpal antara lain : pengemasan bahan makanan, pengecoran atau pengeboran, penggergajian, perakitan mesin, pekerja pos, dokter gigi dan/atau teknisi gigi, pekerjaan dengan komputer, dekorator, produksi pakaian jadi, pekerjaan kayu (bertukang), dan lain-lain.
Kurangi beban Tangan
Bila memang keluhan terjadi pada Anda, dan berhubungan dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, maka penanggulangan terpenting adalah mengurangi beban penggunaan tangan Anda. Istirahatkan tangan atau pergelangan tangan Anda, sekurang-kurangnya 2 minggu. Dengan demikian, proses peradangan akan mereda, dan mengurangi penekanan pada saraf medianus.
Bila memungkinkan, bahkan sangat dianjurkan untuk mengganti jenis pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan. Hal ini sangat penting, karena dengan meneruskan aktivitas, sindroma terowongan karpal akan menjadi semakin berat dan semakin sulit diobati. Lebih lanjut, bila suatu pekerjaan atau aktivitas telah diketahui dapat memicu penyakit ini, bukan mustahil sindroma terowongan karpal akan berulang kembali bila aktivitas/pekerjaan tersebut dilanjutkan.
Hidroterapi dan Splint
Anda dapat pula melakukan hidroterapi (terapi air) kontras di rumah. Pada beberapa studi, hidroterapi kontras telah dibuktikan cukup efisien dalam meningkatkan sirkulasi darah pada daerah yang sakit. Selain itu teknik ini cukup mudah. Caranya, rendamlah tangan Anda dalam air panas selama 3 menit, kemudian lanjutkan dengan merendam dalam air dingin selama 30 detik. Ulangi cara ini sebanyak 3 hingga 5 kali. Metode ini akan meningkatkan sirkulasi lokal, dan dengannya meningkatkan pasokan nutrisi serta oksigen, membuang berbagai sisa metabolisme, mengurangi konsentrasi zat-zat mediator inflamasi (peradangan), dan akhirnya meredakan nyeri.
Pergelangan tangan sebaiknya di-imobilisasi dengan menggunakan belat pergelangan tangan (wrist splints). Kegunaan belat pergelangan tangan adalah untuk mensupport dan membatasi gerakan pergelangan tangan. Penggunaan belat umumnya pada saat olahraga untuk mencegah cedera, namun pada sindroma terowongan karpal, belat pergelangan tangan sebaiknya digunakan sepanjang hari. Belat digunakan selama beberapa minggu atau bulan, bergantung kepada derajat beratnya masalah.
Obat, Makanan, dan Suplementasi
Sindroma terowongan karpal dapat ditanggulangi dengan obat-obatan. Penggunaan obat-obatan sebaiknya didiskusikan dulu dengan dokter. Beberapa jenis obat antara lain : golongan anti-inflamasi nonsteroid (aspirin, ibuprofen, naproxen); cyclooxygenase-2 inhibitors (COX-2 inhibitors : celecoxib, rofecoxib, dan meloxicam); dan kortikosteroid (injeksi atau oral, misal : metil-prednisolon, prednison).
Suplementasi vitamin B6 (piridoksin) dan B2 (riboflavin) diduga efektif dalam penanganan sindroma terowongan karpal. Dosis yang dianjurkan untuk vitamin B6 adalah 50-200 mg/hari, sedangkan vitamin B2 sebanyak 10 mg/hari.
Makanan yang dianjurkan sebaiknya sayur-sayuran hijau yang segar, biji-bijian atau kecambah, serta gandum. Anda dapat pula mengkonsumsi suplemen seperti St. John�s wort, willow bark, billberry, calendula, chamomile, celery seed, passion flower, dan valerian.
Latihan Peregangan
Bila gejala-gejala telah berkurang, Anda dapat melakukan latihan peregangan (stretching). Caranya :


1. Rentangkan lengan Anda ke samping;
2. Kepalkan tangan;
3. Tekukkan pergelangan tangan ke arah bawah, tahan selama 30 detik;
4. Ulangi langkah no.3, namun pergelangan ditekuk ke arah atas;
5. Istirahatkan lengan dan pergelangan � � 1 menit;
6. Lakukan latihan secara bertahap dan perlahan hingga total latihan mencapai 5 menit, namun untuk latihan yang pertama kali, jangan terlalu dipaksakan.


Latihan dilakukan sebelum memulai pekerjaan, dan pada saat-saat istirahat. Menurut para ahli, latihan peregangan ini dapat mengurangi kebutuhan untuk tindakan pembedahan (pada kasus-kasus sangat berat), hingga 50%.

sumber http://indonesiaindonesia.com/f/13805-nyeri-kebas-pergelangan-tangan-akibat-pekerjaan/

HIKMAH DI BALIK PERINTAH NABI UNTUK BERJALAN TANPA ALAS KAKI

Pada penelitian ilmiah modern, terlihat jelas bahwa sebagian besar dari mereka yang menderita sakit pada kedua kaki mereka, adalah disebabkan karena mereka selalu memakai sepatu. Oleh karena pengobatan yang ideal adalah berjalan tanpa menggunakan alas kaki, selama seperempat jam setiap hari. Para peneliti mengatakan bahwa berjalan dengan cara seperti ini di atas rumput atau kayu atau tanah, merangsang pembuluh darah, dan menjaga bentuk alami kaki serta menguatkan otot-otot betis dan menenangkan sistem saraf.
titik akupuntur


Dan dalam sebuah laporan yang dipublikasikan oleh kantor berita Jerman menjelaskan bahwa berjalan tanpa sepatu (telanjang kaki) dalam bentuk piknik, megobati kaki sakit. Dan bahkan hal tersebut sangat mendesak untuk menjaga kesehatan kaki dan bentuk alaminya. Hal itu, karena sepatu menyebabkan adanya tekanan pada sisi-sisi kaki dan dengan demikian menghambat pergerakan darah di dalam pembuluh darah. Oleh karena itu para dokter menyarankan pasien untuk melakukan olahraga berjalan tanpa alas kaki, karena jenis olahraga ini mengaktifkan pusat-pusat (titik-titik) vital di bawah kaki, yang mana hal itu menyebabkan adanya rangsangan sirkulasi darah dan pengobatan varises.

Berjalan tanpa alas kaki membantu anak-anak untuk mengobati cacat (kelainan) pada kaki dan penyakit kaki datar (Flat Feet/Pet Planus), memberikan vitalitas tambahan bagi tubuh, dan meningkatkan kemampuan untuk bekerja serta meningkatkan tingkat energi dalam tubuh. Dan ia juga bisa mengobati arthritis (radang sendi/rematik). Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 terbukti bahwa anak-anak yang memakai sepatu secara terus-menerus kemungkinannya untuk terkena penyakit kaki rata meningkat tiga kali lipat, dan terbukti juga bahwa sepatu yang ketat dapat menyebabkan Bowlegs (kaki O) untuk anak-anak.

Dan Subhanallahu (Mahasuci Allah)! Pada setiap penemuan ilmiah, pastu kita akan mendapatkan bahwa sinyal-sinyal Qur'ani atau Nabawi telah menunjukkannya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada para Shahabat beliau radhiyallahu 'anhum agar mempraktekkan jalan kaki seperti ini (tanpa alas kaki). Dan telah diriwayatkan dari Fadhalah bin 'Ubaid bahwasanya dia berkata:


(كان النبي صلى الله عليه وسلم يأمرنا أن نحتفي أحياناً) (رواه أحمد)

"Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami agar berjalan tanpa alas kaki kadang-kadang." (Musnad Imam Ahmad dengan sanad yang shahih menurut Syaikh al-Albani dan Syau'aib al-Arna'uth rahimahumallah)

Dan hadits yang semakna dengan hadits ini banyak. Wallahu A'lam

Dan adapun sinyal (isyarat) dari al-Qur'an adalah apa yang disebutkan dalam kisah Musa 'alaihissalam ketika sampai di tempat suci (untuk menerima wahyu), Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


(فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى) [طه: 12]

"…Maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa." (QS. Thaahaa: 12)

Bukan sesuatu yang tersembunyi lagi bagi setiap orang, bahwa kita kaum Muslimin senantiasa mempraktekkan ini "olahraga" ini ketika kita masuk ke masjid, yang mana seorang mukmin memasuki masjid dengan bertelanjang kaki, lima kali sehari. Dan seandainya kita hitung total jarak yang ditempuh oleh seorang muslim setiap hari di dalam masjid (terutama jika masjidnya besar), itu sudah cukup untuk mendapatkan manfaat dari olahraga ini.
sumber islampos